Mengenal Ilmu Tauhid

MABADI FAN TAUHID

Bagi setiap yang akan mempelajari suatu ilmu, termasuk ilmu Tauhid, terlebih dahulu perlu mengetahui 10 macam Mabadinya.


1. TA’RIF/DEFINISI.

Definisi Tauhid ada tiga macam:
a. Menurut Lughot, Ethymologi (asal kata): “Mengetahui bahwa sesuatu itu adalah satu”.
b. Menurut Syar’an, Termonologi Religion: “Ilmu yang menetapkan ‘aqidah agama Islam yang diambil dari dalil-dalil yang yaqin”.
c. Menurut Syari’: “Allah yang disembah, serta mengi’tikadkan tunggalNya disertai dengan pengakuan dan penerimaan ke-tunggal-an Dzat, Sifat dan Af’alNya”.

Dari tiga definisi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa manusia pada pokoknya ada yang bertauhid dan yang tidak bertauhid.

A. Yang termasuk kepada kelompok yang bertauhid atau Mukmin adalah:
1. Orang yang berilmu Tauhid dan meng-esa-kan ibadahnya kepada Allah, hatinya tidak membenarkan adanya Tuhan selain Allah.
2. Orang yang meng-esa-kan ibadanya kepada Allah secara kebetulan dan tidak membenarkan adanya Tuhan selain Allah. (hanya dia berdosa karena tidak mempelajari ilmu Tauhid).

B. Yang termasuk kepada kelompok yang tidak bertauhid atau Kafir adalah:
1. Orang yang berilmu Tauhid tapi tidak meng-esa-kan ibadahnya kepada Allah.
2. Orang yang mengesakan ibadahnya kepada Allah serta berilmu Tauhid, tetapi hatinya meng-esa-kan Tuhan selain Allah.
3. Orang yang beribadah kepada Allah serta berilmu Tauhid tetapi hatinya tidak mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah.

2. MAUDHU/SASARAN.

Sasaran pembahasan Ilmu Tauhid adalah:
a. Dzat Allah.
b. Dzat Rasul.
c. Barang Mumkinul Wujud.
d. Aqidah Sam’iyyah.

3. TSAMROH/HASIL DARI ILMU TAUHID.

Hasil yang akan didapat dari mempelajari ilmu Tauhid adalah:
a. Ma’rifat kepada Allah dan RasulNya disertai dengan dalil-dalil yang yaqin.
b. Menentukan kebahagiaan yang abadi di Akhirat, bahwa tempat kembali seluruh Mukminin (yang bertauhid) adalah Sorga, sekalipun yang bermaksiat (setelah mendapat ampunan dari Allah atau telah menjalani hukuman di Akhirat). Dan tempat kembali orang Kafir adalah Neraka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 57, yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kelak akan kami masukkan mereka ke Sorga”. Dan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 39, yang artinya: “Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka”. Dan Syekh Zainuddin Al-Malebary dalam kitab Syu’bul Iman menazhomkan: “Bahwa sesungguhnya tempat kembali Muslimin di Akhirat kelak adalah Sorga, dan sesungguhnya tempat kembali Kafirin adalah Neraka”.

4. FADHLU/KEUTAMAAN.

Nilai ilmu Tauhid, adalah termulia diantara seluruh ilmu, karena bertalian dengan Dzat Allah dan RasulNya.

5. NISBAT/HUBUNGAN DENGAN ILMU YANG LAIN.

Hubungan Ilmu Tauhid dengan yang lainnya adalah merupakan dasar dan akar dari beberapa ajaran agama Islam, sedangkan ilmu yang lainnya merupakan cabang dari Ilmu Tauhid.

6. WADHI/YANG MEMPUNYAI GAGASAN.

Ilmu Tauhid pada pokoknya adalah dari para Nabi dan Rasul, berdasarkan dari wahyu Allah SWT, diajarkan secara sistematis oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian disusun dan dibukukan pertama kali oleh Abul Hasan Al-Asy’ary serta pengikutnya, dan oleh Abu Manshur Al-Ma’turidy serta pengikutnya, yang dinamakan golongan An-Najiyyah, golongan Ahlus-Sunnah atau golongan Asy-Sya’iroh.

7. AL-ISMU/NAMA ILMU TAUHID.

Ilmu Tauhid mempunyai beberapa nama sebagai berikut:
1. Ilmu Tauhid.
2. Ilmu Kalam.
3. Ilmu Haqiqoh.
4. Ilmu ‘Aqoid.
5. Ilmu Ushuluddin.
6. Ilmu ‘Aqoidul Iman.
7. Ilmu Uluhiyyah.
8. Ilmu Ma’rifat.

8. ISTIMDAD/SUMBER PENGAMBILAN ILMU TAUHID.

Dasar yang dipakai sumber dalam ilmu Tauhid adalah dalil ‘Aqli (petunjuk akal ghorozi) dan dalil Naqli (petunjuk Al-Qur’an dan Al-Hadits).

9. HUKUM SYAR’I/PANDANGAN HUKUM SYARA’ TERHADAP ILMU TAUHID.

Hukum Syara’ (Hukum Islam) mewajibkan dengan wajib ‘ain (individu) kepada seluruh Mukallaf (manusia dan jin) untuk mempelajari ilmu Tauhid dan bertauhid.
Oleh karena sasaran kewajiban mempelajari ilmu Tauhid dan bertauhid adalah seluruh Mukallaf dan bersifat individu maka sekalipun orang kafir (asalkan mereka sehat akalnya), akan diminta pertanggung jawaban tentang kewajiban mempelajari ilmu Tauhid dan bertauhid oleh Allah secara individu pula, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 21, yang artinya: “Wahai segenap manusia! sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa”.

10. MASAIL/MASALAH-MASALAH YANG TERKANDUNG DALAM ILMU TAUHID.

Masalah yang terkandung didalam ilmu Tauhid adalah Qadhiyyah, logika dan bahasan tentang sesuatu yang pasti ada (Wajibat), sesuatu yang yang mustahil ada (Mustahilat), dan sesuatu yang mumkin ada dan mumkin tidak ada (Jaizat).

Sumber: KITAB TAODEH.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s