Pasal 4. Pembagian Hukum Syara’

Pasal 4. Pembagian Hukum Syara’.

Khithobullah (Firman Allah) yang menjadi hukum Syara’ terbagi dua bagian:

a. Khithob Taklif, yaitu khithob yang berisikan tugas pokok.
b. Khithob Wadho’, yaitu khithob yang berisikan aturan dan petunjuk pelaksanaan khithob Taklif.

Khithob Taklif terbagi lima bagian:

1. Wajib = Perintah yang pasti harus dikerjakan.
2. Sunnat = Perintah yang tidak pasti harus dikerjakan.
3. Haram = Larangan yang pasti harus ditinggalkan.
4. Makruh = Larangan yang tidak pasti harus ditinggalkan.
5. Jaiz = Boleh dikerjakan boleh tidak.

Khithob Wadho terbagi lima bagian:
1. Sebab = Sandaran hukum, seperti; bergesernya matahari kesebelah barat menjadi sebab kepada wajibnya Sholat Dzuhur.
2. Syarat = Sesuatu yang harus selalu ada dalam satu perintah, seperti: Wudhu adalah syaratnya Shalat.
3. Shohih = Kumpulnya syarat dan rukun serta tidak adanya yang membatalkan suatu perintah.
4. Batal atau Fasid = Yang menggagalkan sahnya suatu perintah, seperti mengucapkan suatu bacaan yang bukan bacaan shalat ketika sedang melakukan ibadah shalat.
5. Mani’ = Yang menghalangi suatu hukum, seperti Haid, menghalangi kepada wajibnya shalat bagi wanita.

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s