77 Cabang Iman- No.1 Iman kepada Allah

PENDAHULUAN

Bismillahir_rahmanir_rahiem.

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Allah swt Dzat yang telah menjadikan Iman manusia bercabang-cabang sehingga harus disempurnakan.

Shalawat dan salam tak lupa kita panjatkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad saw baserta keluarga dan para sahabatnya, selama berputarnya matahari, bulan dan bintang dilangit.

Ket. Yang dimaksud dengan iman disini adalah segala bentuk amal perbuatan yang bisa menyempurnakan keimanan. Jelasnya, barang siapa yang mengamalkan perbuatan tersebut maka sempurnalah imannya, dan barang siapa yang meninggalkannya maka kurang sempurna keimanannya. Dan amal perbuatan tersebut ada 77 cabang, sebagaimana sabda Nabi saw: “Al-Imaanu bidh’un wa sab’uuna syu’batan, wa afdholuha qauluhu La ilaha illallah, wa adnaha imaathotul_adzaa ‘anith_thariiq, wal_hayaa,u syu’abun minal_imaan”. Artinya: “Iman itu ada 77 cabang, yang paling utama adalah ucapan ‘Tiada Tuhan selain Allah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan. Dan malu itu merupakan cabang daripada iman”.

Jadi sekali lagi, yang dimaksud dengan cabang iman disini adalah amal perbuatan iman, bukan pokok/akarnya, sebab pokok/akar keimanan adalah Tashdiqul Qalbi (membenarkan didalam hati) yang tidak boleh berkurang sedikitpun, sebab jika berkurang maka akan menjadi keragu-raguan, sedangkan keimanan itu tidak sah jika dibarengi dengan keragu-raguan. Karena iman itu timbul dari Ma’rifat, yaitu pencapaian/pemahaman yang tetap/pasti yang tidak ada sedikitpun keragu-raguan didalamnya, dan sesuai dengan bukti serta bersumber dari suatu dalil/alasan.

Cabang Iman no.1 Iman kepada Allah.

Beriman kepada Allah yaitu membenarkan serta meyakini bahwasanya Allah swt adalah Dzat Yang Maha Tunggal, tidak ada satupun yang menyerupai Dzat, Sifat dan Af’al/Perbuatan-Nya, Dzat yang dituju didalam segala kebutuhan, Dzat yang ada-Nya tiada permulaan-Nya dan tiada akhir-Nya, Maha Hidup dengan Dzat-Nya, tidak membutuhkan makhluk-Nya, berbeda dengan makhluk-Nya.

Untuk lebih jelasnya silahkan pelajari bab sifat 20.

[Kitab; Syu’bul Iman]

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s