Ta’rif/Definisi Syara’ (Agama Islam). Lanjutan

g. Menjamin keutuhan dan keselamatan agama Islam.

Untuk jaminan tersebut maka Syara’ mengajarkan ajaran perjuangan, seperti mempertahankan keutuhan Masjid, menegakkan shalat, menyebarkan syari’at agama Islam dan lain sebagainya. Firman Allah dalam surat Ash-Shaaf ayat 14, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong agama Allah”.
Dan firman Allah dalam surat At-Taubat ayat 41, yang artinya: “Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan maupun merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

h. Menjamin keutuhan persaudaraan.

Untuk menjamin keutuhan persaudaraan sesama umat manusia, hukum Islam melarang Hiqdu (dendam), Ghadab (benci/marah), hasud (benci dan mengharap hilangnya kenikmatan orang lain) dan diajarkan pula tentang kasih sayang, saling mengasihi, saling setia kawan sesama umat Islam di seluruh dunia. Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 10, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.

i. Menjamin keselamatan hewan.

Untuk jaminannya hukum Syara melarang menganiaya hewan secara keji, seperti dibakar hidup-hidup, dikurung dengan tidak diberi makan dan minum, dipekerjakan diluar kemampuannya, dan disembelih tanpa penyembelihan yang sah. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 205, yang artinya: “Dan apabila ia berpaling (dari mukamu) ia berjalan dibumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”
Dan sabda Rasulullah saw: “Nabi telah melarang memenjarakan hewan untuk dibunuh”.
Dan sitiran hadits Rasulullah saw dalam kitab Sulamut-Taufiq yang diriwayatkan oleh Bukhary: “Takutlah kamu akan penyiksaan hewan walaupun pada anjing yang buas”.

j. Menjamin kepentingan umum.

Untuk jaminannya hukum Syara melarang mengganggu kepentingan umum dalam keadaan aman, seperti mengganggu kelestarian air, ketertiban lalu lintas. Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56, yang artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya”.

Peraturan-peraturan tersebut, dilindungi oleh hukum Syara’ sehingga kepada orang yang mentaatinya diberikan garansi masuk surga dan neraka bagi yang melanggarnya.

Sarana kebaikan untuk di Akhirat antara lain:

a. Aqidah.

Untuk memelihara keutuhan keimanan, hukum Syara menyelenggarakan pelajaran ‘Aqaid sebagai Aqidah Islamiyyah, perhatikan firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 71-73, yang artinya: “Orang-orang kafir dibawa ke Neraka Jahannam dengan berombong-rombongan. Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dibawa kedalam surga berombong-rombongan”.

b. Ibadah.

Beribadah kepadah Allah tidaklah asal-asalan melainkan ada peraturan-peraturan tertentu yang disebut Hukum Fiqih, untuk menjamin benarnya beribadah kepada Allah.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s