Dekatilah para Ulama’!!

Nabi saw bersabda: “Kalian mesti mendatangi majelis-majelis Ulama’ dan mendengarkan ucapan para Hukama’, karena sungguh Allah menghidupkan hati yang mati itu dengan cahaya hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan”.

Di riwayatkan oleh Abi Hanifah dari At-Thabarani, Nabi saw bersabda: “Duduklah engkau bersama Kubara’, bertanyalah kepada para Ulama’, dan bercampur gaullah bersama para Hukama”.
Dalam riwayat yang lain: “Duduklah bersama para Ulama’, bertemanlah dengan para Hukama’, dan bercampur gaul lah dengan para Kubara”.

Ket.
Ulama’ terbagi menjadi tiga bagian:
1. Ulama’ yang mengerti betul tentang hukum-hukum Allah swt, mereka adalah Ashabul Fatwa (pemberi fatwa).
2. Ulama’ yang mengerti betul tentang Dzat Allah (ketuhanan/tauhid) saja, mereka disebut Hukama’. Berkumpul/bertemu saja dengan mereka (Hukama’) bisa memperbaiki/memperbagus akhlaq, karena hati mereka bersinar dengan ma’rifat kepada Allah, dan bersinar pula rahasia-rahasia keagungan mereka dengan cahaya keagungan Allah.
3. Ulama’ yang mencakup kedua-duanya diatas, mereka adalah para Kubara’, dan bercampur gaul dengan mereka itu bisa mendatangkan tingkah/keadaan yang sangat bagus/terpuji, dan mendatangkan manfaat dengan lirikan/tatapannya melebihi ucapannya. Karena barang siapa yang lirikan/tatapannya bermanfaat, maka sudah pasti ucapannya pun bermanfaat, dan barang siapa yang lirikan/tatapannya tidak bermanfaat maka sudah barang tentu ucapannya pun tidak bermanfaat.

Suatu ketika Syekh Sahruwardiy mengelilingi sebagian masjid khaif di Mina dengan menyalami setiap orang yang ditemuinya. Lalu ada yang bertanya kepadanya tentang perbuatannya itu, lalu jawab Syekh Sahruwardiy, “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang apabila mereka memandang manusia maka bisa mendatangkan kebahagiaan terhadap orang yang dipandangnya, dan aku sedang mencari yang demikian itu”.

Nabi saw bersabda: “Akan datang suatu zaman yang mendatangkan madharat terhadap umatku, dimana mereka lari/menjauh dari para Ulama’ dan Fuqaha, sehingga Allah mendatangkan tiga macam bala’ atas mereka:
1. Allah cabut/hilangkan keberkahan dari usahanya,
2. Allah jadikan atas mereka pemimpin yang zhalim,
3. Mereka keluar dari dunia ini (mati) tanpa keimanan”.

Nashaihul Ibad

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s