Penting untuk diketahui!!

Ketahuilah! Bahwa arti iman pada Allah itu, percaya bahwa Allah itu satu (tunggal) tiada yang menyamaiNya Dzat atau Sifat-sifatNya, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaanNya, ketuhananNya. Juga percaya bahwa Allah itu dahulu tidak ada mulaNya, dan kekal tidak ada kesudahanNya.





Dan iman pada Malaikat itu ialah mempercayai bahwa mereka hamba Allah yang mulia, tidak melanggar perintah dan berbuat semua yang ditugaskan pada mereka, mereka jujur benar dalam melaksanakan ajaran-ajaran Allah.





Dan iman pada kitab-kitab Allah, mempercayai kitab-kitab itu benar firman Allah yang azali yang berdiri sendiri, tanpa huruf dan suara, dan semua yang terkandung didalamnya hak benar, dan Allah telah menurunkannya pada sebagian utusanNya berbentuk lembaran atau dengan melalui lisan malaikat.





Dan iman dengan para Rasul, percaya bahwa Allah mengutus mereka kepada umat manusia, dan memelihara mereka dari kekejian dan kekurangan- kekurangan, juga dipelihara dari dosa-dosa besar maupun kecil sebelum dan sesudah jadi Nabi.





Dan iman biyaumil akhir, yakni percaya pada apa yang akan terjadi sesudah mati, yaitu pertanyaan dalam kubur, nikmat dan siksa kubur, bangkit di hari kiyamat, pembalasan atas semua amal, hisab, timbangan amal, shirath, sorga dan neraka.





Iman bilqadar, yaitu percaya bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu dalam azal, yakni sebelum menciptakan makhluk sudah ada ketentuan rencana yang akan terjadi pada makhluk, dan apa yang ditakdirkan pasti akan terjadi, sedang yang tidak ditakdirkan tidak akan terjadi, dan Allah menjadikan kebalikannya, yakni: Baik, buruk, sehat, sakit, manis, pahit, yang halal dan yang yang haram sebelum menjadikan alam semuanya, maka semua alam berlaku menurut ketentuan takdir dan putusan Allah ta’ala semata-mata.





Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Perbaharuilah iman kepercayaanmu”. Ditanya: Bagaimana memperbaharui iman ya Rasulullah?, jawab Nabi saw: “Perbanyaklah membaca La ilaha illallah“. [HR. Ahmad, Al- Hakim].





Ustman bin Malik r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan api neraka terhadap orang yang mengucap ‘La ilaha illallah’ karena mengharap keridho’an Allah (dengan ikhlas)”. [HR. Bukhari Muslim].





Ali r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Jibril a.s berkata: Allah swt berfirman: ‘La ilaha illallah’ itu sebagai bentengKu, maka siapa yang masuk kedalamnya aman dari siksaKu”. [HR Ibnu Assakir].





Abu Dardaa r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Tiada seseorang yang membaca ‘La ilaha illallah’ 100X, melainkan akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiyamat dengan wajah yang bagaikan bulan purnama, dan tiada seseorang yang berbuat amal lebih afdhal (utama) dari padanya pada hari itu kecuali yang membaca seperti itu atau melebihi dari itu”. [HR. Atthabarani].





Um Hani’ r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Kalimat La ilaha illallah’ itu tidak dapat dikejar oleh amal lain, dan tidak meninggalkan dosa (yakni tidak ada amal yang lebih bagus dari padanya, dan semua dosa dapat dihapus sehingga tidak ada sisanya)”. [HR. Ibnu Majah].





Jabir r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Dzikir yang utama ialah ‘La ilaha illallah’, dan doa yang utama ialah ‘Alhamdulillah”. [HR. Attirmidzi, Annasa’i].





Abu Said Alkhudri r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Nabi Musa a.s berdoa: Ya Rabbi ajarkan padaku sesuatu untuk berdzikir padaMu. Jawab Allah: Bacalah ‘La ilaha illallah’. Musa berkata: Ya Rabbi semua orang membaca itu, dan aku ingin yang istimewa untukku. Jawab Allah: Hai Musa andaikata tujuh petala langit dan penghuninya dan tujuh petala bumi diletakkan disebelah timbangan La ilaha illallah, niscaya akan lebih berat kalimat La ilaha illallah, melebihi dari semua itu”. [HR. Annasa’i]





Abu Bakar r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Lazimkan selalu kalimat ‘La ilaha illallah’ dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya, sebab Iblis berkata: Aku telah membinasakan manusia dengan dosa, dan mereka membinasakan aku dengan membaca ‘La ilaha illallah’ dan istighfar, ketika demikian maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, maka mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah (merasa benar)”. [HR. Abu Ya’la]





Abu Hurairah r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Ketika malakul maut menghadiri seorang yang mati, maka ia menyelidiki semua anggotanya, dan tidak menemukan amal kebaikan, kenudian membelah hatinya juga tidak menemukan amal kebaikan, kemudian dibuka mulutnya, tiba-tiba menemukan lidah lekat pada bagian atas mulut membaca ‘La ilaha illallah, maka diampunkan baginya karena ada kalimat ikhlas itu”. [HR. Ibnu Abi Dunya, dan Al-Baihaqi]





Muadz bin Jabal r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Siapa yang akhir perkataannya kalimat ‘La ilaha illallah’ pasti ia masuk sorga”. [HR. Abu Dawud, Ahmad]





Semoga Allah yang Maha Pemurah dan Pengasih mengakhiri kalimat kita didunia ini dengan kalimat tauhid, La ilaha illallah.





  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s